Finishing Kayu: Perbedaan revisi

Dari HobiKayu Wiki
Lompat ke: navigasi, cari
(Pengamplasan Lapisan)
Baris 1: Baris 1:
Finishing Kayu adalah proses mempercantik dan proses pemberian perlindungan terhadap kayu. Dalam dunia furniture, finishing kayu adalah proses terakhir dari rangkaian proses pembuatan suatu produk furniture. Tergantung jenis finishing yang digunakan, finishing kayu biasanya bertujuan untuk memproteksi kayu dari kelembaban, air, minyak, jamur, rayap dan juga untuk menjaga keawetan kayu.
+
Finishing Kayu adalah proses mempercantik dan proses pemberian perlindungan atau proteksi terhadap kayu. Dalam dunia furniture, finishing kayu adalah proses terakhir dari rangkaian proses pembuatan suatu produk furniture. Tergantung jenis finishing yang digunakan, finishing kayu biasanya bertujuan untuk memproteksi kayu dari kelembaban, air, minyak, jamur, rayap dan juga untuk menjaga keawetan kayu.
  
  

Revisi per 4 Maret 2017 00.25

Finishing Kayu adalah proses mempercantik dan proses pemberian perlindungan atau proteksi terhadap kayu. Dalam dunia furniture, finishing kayu adalah proses terakhir dari rangkaian proses pembuatan suatu produk furniture. Tergantung jenis finishing yang digunakan, finishing kayu biasanya bertujuan untuk memproteksi kayu dari kelembaban, air, minyak, jamur, rayap dan juga untuk menjaga keawetan kayu.


Pengamplasan

Pengamplasan Awal

Pengamplasan awal adalah proses pertama dalam proses finishing kayu. Proses ini bertujuan untuk merapikan dan meratakan permukaan kayu dan juga membersihkan kayu dari noda, kotoran, bekas lem dan bekas yang dihasilkan oleh mesin atau Perkakas Kayu. Pengamplasan juga bertujuan untuk menghaluskan permukaan kayu dan menyiapkan permukaan untuk menerima lapisan finishing kayu berikutnya.

Tergantung dari jenis dan kekerasan kayu, biasanya pengamplasan dimulai dari kertas amplas 60 atau 80 untuk kayu keras (hardwood), dan 120 untuk kayu lunak (softwood). Terakhir biasanya menggunakan kertas amplas 240 atau 320, sesuai dengan selera dan hasil yang diinginkan. Semakin halus kertas amplas, permukaan kayu juga akan semakin halus. Jadi, untuk proses pengamplasan standar itu dimulai dari kertas amplas 80, lalu 120, lalu 240.

Pengamplasan Lapisan

Dalam proses finishing kayu, pengamplasan tidak hanya dilakukan diawal, tapi juga dilakukan di setiap akhir lapisan finishing. Biasanya dalam proses finishing kayu itu dimulai dari Base Coat, lalu Main Coat dan Top Coat atau lapisan akhir. Setiap lapisan dari masing-masing coating atau Varnish/Pernis itu diperlukan pengamplasan, dan tergantung dari jenis varnish yang digunakan, kertas amplas yang digunakan juga berbeda, biasanya menggunakan kertas amplas 240 atau 320 untuk coating yang mengunakan campuran solvent/minyak dan 400/600 untuk coating yang berbahan dasar air (water-base).

Perbaikan dan Penyempurnaan

Pewarnaan

Jenis-jenis Finishing Kayu