Linseed Oil: Perbedaan revisi

Dari HobiKayu Wiki
Lompat ke: navigasi, cari
Baris 1: Baris 1:
'''Linseed oil''' atau biasa juga disebut '''flaxseed oil''' dihasilkan dari tumbuhan Flax. Linseed Oil termasuk Dryed Oil, yang artinya dapar berpolimerisasi menjadi bentuk solid dan dapat digunakan tanpa campuran lain atau dicampur dengan resin dan solvent/pelarut.
+
'''Linseed oil''' atau biasa juga disebut '''flaxseed oil''' dihasilkan dari tumbuhan Flax. Linseed Oil termasuk Dryed Oil, yang artinya dapar berpolimerisasi menjadi bentuk solid dan dapat digunakan tanpa campuran lain atau dicampur dengan resin dan solvent/pelarut. Linseed Oil tidak beracun dan dapat dimakan, jadi cocok untuk finishing produk yang bersentuhan dengan makanan.
 +
 
 +
Linseed Oil juga dapat digunakan untuk membuat [[Varnish]] dengan dicampur resin seperti [[Polyurethane]] dan solvent untuk menghasilkan bahan finishing yang lebih protektif. Sedangkan untuk kelas food-grade, bisa juga dicampur dengan [[Beeswax]].

Revisi per 5 Maret 2017 08.48

Linseed oil atau biasa juga disebut flaxseed oil dihasilkan dari tumbuhan Flax. Linseed Oil termasuk Dryed Oil, yang artinya dapar berpolimerisasi menjadi bentuk solid dan dapat digunakan tanpa campuran lain atau dicampur dengan resin dan solvent/pelarut. Linseed Oil tidak beracun dan dapat dimakan, jadi cocok untuk finishing produk yang bersentuhan dengan makanan.

Linseed Oil juga dapat digunakan untuk membuat Varnish dengan dicampur resin seperti Polyurethane dan solvent untuk menghasilkan bahan finishing yang lebih protektif. Sedangkan untuk kelas food-grade, bisa juga dicampur dengan Beeswax.