Linseed Oil: Perbedaan revisi

Dari HobiKayu Wiki
Lompat ke: navigasi, cari
(Kelebihan)
Baris 15: Baris 15:
 
* Hasil akhir sangat natural
 
* Hasil akhir sangat natural
 
* Mengangkat warna kayu
 
* Mengangkat warna kayu
 +
* Meresap kedalam kayu
 +
* Melindungi kayu dari dalam
  
 
== Kekurangan ==
 
== Kekurangan ==

Revisi per 5 Maret 2017 09.03

Kategori: Finishing Kayu, Dryed Oil

Linseed oil atau biasa juga disebut flaxseed oil dihasilkan dari tumbuhan Flax. Linseed Oil termasuk dryed oil, yang artinya dapar berpolimerisasi menjadi bentuk solid dan dapat digunakan tanpa campuran lain atau dicampur dengan resin dan solvent/pelarut. Linseed Oil tidak beracun dan dapat dimakan, jadi cocok untuk finishing produk yang bersentuhan dengan makanan.

Linseed Oil juga dapat digunakan untuk membuat Varnish dengan dicampur resin seperti Polyurethane dan solvent untuk menghasilkan bahan finishing yang lebih protektif. Sedangkan untuk kelas food-grade, bisa juga dicampur dengan Beeswax.

Karena jenisnya adalah dryed oil, linseed oil akan masuk dan meresap kedalam kayu sehingga juga memberikan perlindugan dari dalam. Sebelum menjadi bahan finishing, linseed oil harus dipanaskan terlebih dahulu.

Tipe Modifikasi

Boiled Linseed Oil

Boiled Linseed Oil adalah linseed oil yang sudah dipanaskan dan sudah dicampur dengan Metallic Dryers atau katalis untuk mempercepat pengeringan. Katalis ini yang bisa menyebabkan aplikator (misal lap atau kain) bisa terbakar sendiri.

Kelebihan

  • Mudah dalam aplikasi
  • Hasil akhir sangat natural
  • Mengangkat warna kayu
  • Meresap kedalam kayu
  • Melindungi kayu dari dalam

Kekurangan

  • Bau/aroma yang tidak akan hilang
  • Proteksi yang rendah, kecuali dicampur resin
  • Aplikator dapat terbakar sendiri

Tautan