Finishing Kayu

Dari HobiKayu Wiki
Lompat ke: navigasi, cari

Finishing Kayu adalah proses mempercantik dan proses pemberian perlindungan atau proteksi terhadap kayu atau sering disebut juga Politur. Dalam dunia furniture, finishing kayu adalah proses terakhir dari rangkaian proses pembuatan suatu produk furniture. Tergantung jenis finishing yang digunakan, finishing kayu biasanya bertujuan untuk memproteksi kayu dari kelembaban, air, minyak, jamur, rayap dan juga untuk menjaga keawetan kayu.


Tahapan

Tergantung dari hasil yang diinginkan, tahapan atau proses finishing kayu bisa berbeda-beda. Pada umumnya, tahapan dimulai dengan pengamplasan, lalu perbaikan atau penyempurnaan (jika dibutuhkan), lalu pewarnaan (jika dibutuhkan), dan terakhir top coat.

Pengamplasan

Pengamplasan Awal

Pengamplasan awal adalah proses pertama dalam proses finishing kayu. Proses ini bertujuan untuk merapikan dan meratakan permukaan kayu dan juga membersihkan kayu dari noda, kotoran, bekas Lem Kayu dan bekas yang dihasilkan oleh mesin atau Perkakas Kayu. Pengamplasan juga bertujuan untuk menghaluskan permukaan kayu dan menyiapkan permukaan untuk menerima lapisan finishing kayu berikutnya.

Tergantung dari jenis dan kekerasan kayu, biasanya pengamplasan dimulai dari kertas amplas 60 atau 80 untuk kayu keras (hardwood), dan 120 untuk kayu lunak (softwood). Terakhir biasanya menggunakan kertas amplas 240 atau 320, sesuai dengan selera dan hasil yang diinginkan. Semakin halus kertas amplas, permukaan kayu juga akan semakin halus. Jadi, untuk proses pengamplasan standar itu dimulai dari kertas amplas 80, lalu 120, lalu 240.

Pengamplasan Lapisan

Dalam proses finishing kayu, pengamplasan tidak hanya dilakukan diawal, tapi juga dilakukan di setiap akhir lapisan finishing. Biasanya dalam proses finishing kayu itu dimulai dari Base Coat, lalu Main Coat dan Top Coat atau lapisan akhir. Setiap lapisan dari masing-masing coating atau Varnish/Pernis itu diperlukan pengamplasan, dan tergantung dari jenis varnish yang digunakan, kertas amplas yang digunakan juga berbeda, biasanya menggunakan kertas amplas 240 atau 320 untuk coating yang mengunakan campuran solvent/minyak dan 400/600 untuk coating yang berbahan dasar air (water-base). Untuk mempermudah pengamplasan dan menghemat lapisan akhir (Top Coat) dapat digunakan Sanding Sealer.

Perbaikan dan Penyempurnaan

Proses perbaikan dan penyempurnaan dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari proses finishing kayu. Tergantung dari masalah yang dihadapi, jenis bahan kayu yang digunakan dan hasil yang diinginkan, proses ini sangat mempengaruhi hasil akhir dari proses finishing kayu.

Gum Sealing

Artikel utama: Gum Sealer

Gum Sealing adalah menutup mata kayu agak nantinya kayu tidak akan bleeding atau bocor yang disebabkan oleh resin atau getah yang tersimpan didalam kayu. Kayu-kayu yeng rentan terhadap bleeding seperti Kayu Pinus dan Kayu Jati perlu melalui proses ini, apalagi kayu yang digunakan belum benar-benar kering. Bahan yang digunakan untuk proses ini adalah Gum Sealer. Ada beberapa merk dan bahan dasar untuk Gum Sealer yang ada dipasaran, bahannya bisa berupa campuran solvent/minyak dan beberapa ada yang berbahan Shellac atau sirlak.

Grain Filling

Artikel utama: Grain Filler, Wood Filler

Grain Filling adalah proses menutup grain kayu atau pori-pori sehingga permukaan kayu menjadi rata dan halus. Untuk proses ini biasanya menggunakan Grain Filler, Wood Putty atau Wood Filler atau biasa juga disebut dempul. Berbeda dengan Putty atau dempul, Grain Filler memiliki tekstur yang lebih halus, jadi tidak efektif untuk menutup retak pada kayu. Proses ini biasanya dilakukan untuk mendapatkan hasil akhir yang halus dan licin.

Pewarnaan

Pewarnaan kayu biasanya lebih ke estetika. Proses ini juga untuk mendapatkan hasil warna kayu yang lebih gelap atau menyerupai kayu-kayu tertentu.

Wood Stain

Artikel utama: Wood Stain

Wood Stain adalah bahan pewarna kayu yang paling umum, dan biasanya bahan utamanya adalah tanah. Stain tidak dapat masuk meresap kedalam kayu sehingga akan sangat tahan terhadap cuaca dan sinar matahari.

Wood Dye

Artikel utama: Wood Dye

Wood Dye dibuat dari bahan-bahan organik yang dapat masuk dan meresap ke dalam kayu. Tidak seperti Stain, Dye tidak terlalu tahan dengan sinar matahari, jadi lebih cocok untuk indoor.

Jenis-Jenis Finishing Kayu

Varnish atau Pernis

Artikel utama: Varnish

Varnish atau Pernis adalah lapisan transparan yang berfungsi sebagai pelindung, baik untuk kayu, besi dan bahan lainnya. Varnish biasanya termasuk Top Coat atau lapisan akhir.

Linseed Oil dan Tung Oil

Artikel utama: Linseed Oil, Tung Oil

Linseed Oil dan Tung Oil termasuk dalam Drying Oil, denga bahan dasar alami atau natural. Tidak seperti varnish, linseed oil dan tung oil tidak membentuk lapisan film pada permukaan kayu.

Wax

Artikel utama: Beeswax

Wax/pasta/lilin juga bisa digunakan sebagai pelindung kayu, contohnya Beeswax. Berbeda dengan dua jenis finishing kayu diatas yang bersifat reaktif, wax bersifat evaporative. Beberapa jenis wax tidak beracun dan dapat digunakan pada furniture atau produk yang bersentuhan dengan makanan.

Tautan